Diposkan pada Knowledge, Small ideas for happiness

Hidup Bak Kamera

Hidup ini ibarat kita sedang bermain film. kamera ada di semua sisi. Tidak ada satu aktivitas pun yang tidak terekam kamera. Bahkan semua aktivitas tercatat sempurna oleh dua malaikat. Hebatnya di film kehidupan ini, semuanya menjadi pemain utama. Masing-masing berlomba untuk meraih “Grammy Award” dari berbagai kategori.

Kategori utama adalah THE BEST EXPERTISE. Pemenang dalam Kategori ini adalah mereka yang terkenal Expert atau ahli di bidang yang di tekuni nya. Bisa jadi Ahlinya di lever kelurahan, kecamatan, daerah, nasional, atau dunia.

Kategori ke dua adalah THE BEST PARENTS. Tentu kategori ini hanya bisa di raih oleh mereka yang sudah menikah. Kriteria yang menjadi penilaian cukup sederhana. Apabila diajukan pertanyaan kepada putra/putri anda “sebutkan 5 orang idola mu?” Apakah nama anda termasuk di dalamnya? Apakah untuk mendidik mereka anda siapkan waktu yang terbaik? Apakah anda lebih banyak mendidik sendiri atau lebih banyak “outsourcing” ke orang lain?

Kategori selanjutnya adalah THE BEST PERSON FROM GOD. Pemenang Kategori ini bukanlah orang yang hanya ahli dalam hal ibadah ritual. Mereka juga harus menjadi manfaat, baik kepada tetangganya, amanah dalam pekerjaannya, berkontribusi bagi masyarakat di sekitarnya. Di tengah kesibukannya juga mereka tidak pernah lupa untuk bersujud, mengkaji Al-Qur’an, terkadang mereka menangis karena kerinduannya kepada Sang Mahakuasa.

Karena mereka sadar kehidupan ini hanyalah sementara dan tempat dimana manusia mengumpulkan bekal untuk dibawa saat bertemu denganNya.

Ingatlah!


Namamu adalah kredibilitas mu. hati-hati dengan pemikiran، Sikap, perkataan, serta perilaku yang yang kamu pancarkan. Karena apapun yang keluar dari diri mu adalah diri dan kualitas mu.


Diposkan pada Fine_Art_photograpy, Imajinasi_, Style_photography

Fine Art Photography

Good morning all, Welcome back to my blog. All praise be to Allah kita masih di beri kesehatan olehnya masih bisa bertemu walaupun online heheheh. Oke langsung saja saya akan membahas mengenai judul di atas.

Fotografi terbagi menjadi beberapa aliran besar, antara lain dokumenter (merekam apa yang nyata baik benda/orang atau peristiwa). Komersial (foto dengan tujuan untuk tujuan membantu untuk menjual sesuatu seperti untuk iklan, brosur, fashion, dan produk lainnya dan tentunya Fine Art photography.

Dari ketiganya, aliran fine art ini lebih sedikit praktisi nya. Mungkin karena tingkat kesulitannya yang cukup tinggi, membutuhkan waktu yang cukup banyak dan lebih sulit menghasilkan uang secara langsung. Fine Art photography biasanya mendapatkan uang dari menjual karya foto cetak secara langsung lewat pameran/galeri seni.

Fotografi sebenarnya termasuk keduanya, art and craft. Fotografer yang cenderung mementingkan teknik foto, peralatan (kamera, lensa), komposisi desain, berarti lebih kuat di craft-nya. Sedangkan fotografer yang cenderung art, biasanya lebih peduli dengan makna (meaning), concept (ide) dan mood dan emosi.

Bukan berarti fotografer fine art tidak peduli teknik, tapi sebaliknya perlu menguasai teknik foto dan editing supaya pesan / konsep foto tertuang dengan sempurna di hasil akhirnya. Biasanya, yang termasuk fine art photography biasanya adalah:

1. Sesuatu yang abstrak dan simbolis/konsep

Yang dipentingkan oleh fotografer Fine Art adalah makna di balik apa yang didalam foto. Contoh: Payung sebagai simbol pelindung. Angsa sebagai lambang romantis. Kursi sebagai lambang santai, rileks. Lonely tree melambangkan kesendirian/isolasi.

2. Mengunakan efek khusus, properti dan editing

Membangkitkan perasaan tertentu merupakan tujuan dari fotografer Fine Art, maka itu tidak sedikit efek khusus seperti lighting, asap, air, kostum, make-up, editing. Tujuannya adalah untuk mendramatisir suasana dan membangkitkan mood/emosi pemirsa.

Fine art photography bukan:

1. Dokumentasi dari kehidupan atau benda sekitar secara nyata dan akurat.

Fotografer Fine Art tidak mementingkan peristiwa, tempat, dan objek foto kecuali jika memiliki makna/emosi yang tersirat. Contoh: Liputan foto keluarga saat jalan-jalan, foto produk, portrait kecantikan, fashion, human interest dan lain lain.

2. Cuplikan / detail dari benda atau lingkungan

Yang menarik karena bentuk, susunan, dan tekstur, tapi tidak menggugah emosi atau memiliki makna yang mendalam. Contoh: Sisi kota atau bangunan tua, desain, detail lainnya.

Diposkan pada Style_photography

Fhotografi Siluet atau Silhouette Photography

Langsung aja deh yah, sekarang saya akan menjelaskan dengan detail tentang fhotografi siluet.

Tujuan memotret siluet salah Satu nya adalah menghilangkan detail dan tekstur subjek menjadi bentuk yang sederhana dengan latar belakang terang. Pengaturan kecepatan dan diafragma memotret siluet tergantung dari cahaya yang ada waktu pemotretan berlangsung. Dibutuhkan ketepatan dalam mengatur kecepatan dan diafragma sehingga objek yang direkam memiliki kontur dan ketajaman yang tepat.

Di banyak foto, siluet mampu membuat foto yang menakjubkan. Dengan menampilkan foto dengan subjek berwarna hitam jauh dari gangguan dan campuran detail warna lainnya. Foto siluet yang paling populer adalah dengan menggunakan latar belakang atau background yang berwarna cerah. Contohnya sunrise, sunset yang mampu memberikan pencahayaan yang sangat baik.

Kunci fhotografi siluet atau Silhouette Photography adalah Metering dan eksposur. Lewat artikel tips fotografi siluet ini penulis mengajak Anda untuk mempelajari bagaimana mengontrol metering/eksposure secara efektif sehingga bisa mendapatkan foto siluet yang indah.

Dan ini adalah beberapa tips dalam memotret siluet

Memotret Siluet (Silhouette)

1. Metering Ke Background

Tips dasar dalam pengambilan foto siluet adalah menempatkan obyek utama di depan sumber cahaya, lalu metering (mengatur exposure) ke arah background, bukan ke obyek utama. Dengan begini, pencahayaan akan terlihat normal (tidak berlebih) pada background, namun akan terlihat sangat gelap pada obyek utama.

2. Fokus Ke Arah Subjek

Ketika Anda sudah melakukan metering/mengukur cahaya ke arah sumber cahaya/background, tips membuat foto siluet selanjutnya jangan lupa fokus tetap harus di subjek utama. Sah saja Anda melakukan fokusing pada objek lainnya, namun harus diingat foto siluet yang baik harus menunjukkan subjek yang tajam dan memiliki detail yang kuat. Gunakan seting kamera mode Manual untuk mempermudah melakukan metering ke background. Satu lagi yang harus di ingat metering berbeda dengan fokus, baca Memahami Arti dan Fungsi Metering Kamera Digital.

3. Pilih obyek yang mudah dikenali

Hampir semua objek dapat dibuat menjadi siluet, namun beberapa lebih baik daripada yang lain. Pilih sesuatu dengan bentuk yang kuat dan dikenali saat ingin membuat foto siluet yang bagus dan menarik untuk dilihat. Hal ini penting karena pada foto siluet, obyek tersebut hanya akan terlihat seperti bidang dua dimensi yang berwarna gelap.

4. Matikan lampu flash

Siluet adalah cara yang indah untuk menyampaikan drama, misteri, emosi dan mood untuk pemirsa foto. Karena itu kita menginginkan obyek utama terlihat gelap, maka lampu flash harus dimatikan.

5. Atur Komposisi

Lakukan framing dan komposisi pada jepretan Anda dengan menempatkannya di depan view yang menarik, tetapi dengan background yang terang. Background yang menarik bisa berupa langit tanpa awan yang cerah dengan pengaturan matahari. Posisikan cahaya paling terang di belakang subyek sehingga terkesan Anda sedang menyembunyikan sumber cahaya tersebut.

Perhatikan Exposure

Untuk mendapatkan siluet yang sempurna, tentunya kita harus mencapai exposure yang sempurna. Mode yang paling bagus untuk kita gunakan pada situasi ‘backlit’ seperti ini adalah di posisi M atau manual. Pada posisi Auto, biasanya kamera akan rentan salah dalam memutuskan exposure yang tepat dikarenakan oleh cahaya yang amat terang dari matahari dan juga bayangan gelap dari objek. Untuk memahami cara menggunakan manual mode di kamera anda. Jika anda tidak mempunyai banyak waktu untuk mengukur pencahayaan melalui mode manual.

Experience Makes Us Expert

Seperti kata pepatah pengalaman akan membuat kita menjadi ahli, untuk itu jangan takut mencoba. Cobalah kombinasi aperture dan shutter speed yang berbeda jika anda gagal di kesempatan pertama. Cobalah juga bereksperimen dengan obyek dan lingkungan anda, jangan hanya terpaku pada sunset dan sunrise, karena foto siluet bisa dihasilkan dimanapun.

Semoga artikel fotografi tentang tips membuat foto siluet ini berguna bagi Anda yang ingin belajar fotografi lebih jauh. Selamat mencoba dan jangan takut untuk bereksperimen.

Diposkan pada Imajinasi_, Knowledge, lifestyle

Imagination

Hello guys, welcome back to Afifah’s blog. In this blog i will sharing/explain about Imagination.

Berbicara tentang imajinasi sebelumnya saya mau nanya dulu ni ke temen-temen semua, Ada yang tau gak apa itu imajinasi?

Saya yakin pasti di antara kalian ada yang sudah mengetahui dengan setau-taunya, atau mungkin ada juga yang hanya sekedar tahu!!!

Imajinasi adalah daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan gambar (lukisan, karangan, dan sebagainya) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang secara umum.

Istilah ini secara teknis dipakai dalam psikologi sebagai proses membangun kembali persepsi dari suatu benda yang terlebih dahulu diberi persepsi pengertian. Sejak penggunaan istilah ini bertentangan dengan yang dipunyai bahasa biasa, beberapa psikolog lebih menyebut proses ini sebagai “menggambarkan” atau “gambaran” atau sebagai suatu reproduksi yang bertentangan dengan imajinasi “produktif” atau “konstruktif”.

Gambaran citra dimengerti sebagai sesuatu yang dilihat oleh “mata pikiran”. Suatu hipotesis untuk evolusi imajinasi manusia ialah bahwa hal itu memperbolehkan setiap makhluk yang sadar untuk memecahkan masalah (dan oleh karena itu meningkatkan fitnes) perseorangan oleh penggunaan simulasi jiwa.


“You can’t depend on your eyes when your imagination is out of focus.” — Mark Twain

(Kamu tidak bisa bergantung kepada matamu ketika imajinasimu tidak fokus.)

“Imagination is the beginning of creation. You imagine what you desire, you will what you imagine and at last you create what you will.” — George Bernard Shaw

(Imajinasi adalah awal dari penciptaan. Kamu membayangkan apa yang kamu inginkan, kamu menginginkan apa yang kamu bayangkan dan akhirnya kamu menciptakan apa yang kamu inginkan.)


Di atas ini adalah kutipan tentang Imajinasi.

Setiap orang memiliki potensi diri. berimajinasi dengan pikirannya, dan mencari cara bagaimana untuk menciptakan imajinasi nya. logika akan mengantarkanmu dari A ke B sedang imajinasi akan membawamu kemana-mana.


“Imagination does not become great until human beings, given the courage and the strength, use it to create.” — Maria Montessori


Imajinasi kita terbang_kita bayangan nya di bumi.

Diposkan pada News_Corona

Corona dari persfektif Fiqih dan Akidah


Yang sudah kita ketahui sebelumnya, bahwa sekarang negara kita itu sedang di jajah dengan penyakit yang bisa di bilang mematikan.


Saat ini seluruh dunia sedang dilanda kecemasan dengan merebaknya virus Corona (Covid-19) yang pertama kali muncul di Wuhan, Hubei, China pada November 2019. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tanggal 11 Maret lalu telah menyatakan Covid-19 sebagai pandemi yang membahayakan keselamatan jiwa. Virus ini menimbulkan rasa takut di seluruh dunia tanpa memandang ras, suku, agama, dan kebangsaan. Di dunia Islam seperti Palestina, Kuwait, Malaysia, Turki, Tajikistan, Iran, dan Indonesia, rasa takut akan terjadi penyebaran virus Corona melalui jamaah shalat di masjid dapat dilihat dari dikeluarkannya fatwa yang meniadakan shalat Jumat. Sebagai gantinya umat Islam di negara-negara tersebut diperintahkan untuk melakukan shalat Dhuhur di rumah masing-masing. Di Indonesia, Masjid Raya Bandung meniadakan shalat Jumat dan jamaah shalat wajib mulai tanggal 16 Maret. Fatwa tersebut ternyata ditanggapi secara kontra oleh beberapa pihak di kalangan umat Islam termasuk di Indoensia. Mereka berpendapat tidak ada alasan untuk meniadakan shalat Jumat karena shalat wajib dua rakaat berjamaah di siang hari ini adalah perintah Allah. Mereka menilai ditiadakannya shalat Jumat dan jamaah shalat wajib menunjukkan bahwa virus Corona telah lebih ditakuti daripada tuhannya. Segala tindakan yang mendatangkan potensi bahaya, secara fiqih tergolong sebagai tindakan yang haram, meskipun berdasarkan pada aqidah yang benar. Di tengah merebaknya virus Corona di dunia saat ini, selalu saja ada dua golongan yang ekstrem dalam bersikap. Salah satu pihak berlebihan dalam dalam mengantisipasi sehingga menimbulkan kepanikan, pihak lainnya berlebihan dalam meremehkannya hingga menimbulkan bahaya bagi yang lain. Terkait kepanikan, ini akan menimbulkan kerugian besar sehingga layak dihindari. Tapi terkait tindakan meremehkan, maka bukan hanya potensi kerugian yang datang melainkan potensi kematian, bagi diri sendiri atau orang lain. Karena itulah maka seharusnya kewaspadaan perlu diutamakan. Namun demikian, beberapa orang menunjukkan keberanian di muka publik bahwa mereka tak takut virus apa pun sebab yang ditakuti hanyalah Allah. Dari segi aqidah, pernyataan itu benar sebab tak ada yang dapat menyebabkan orang menjadi sakit kecuali Allah.


Dari sudut pandang aqidah inilah Rasulullah bersabda:

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا عَدْوَى وَلَا صَفَرَ وَلَا هَامَةَ فَقَالَ أَعْرَابِيٌّ يَا رَسُولَ اللهِ فَمَا بَالُ إِبِلِي تَكُونُ فِي الرَّمْلِ كَأَنَّهَا الظِّبَاءُ فَيَأْتِي الْبَعِيرُ الْأَجْرَبُ فَيَدْخُلُ بَيْنَهَا فَيُجْرِبُهَا فَقَالَ فَمَنْ أَعْدَى الْأَوَّلَ

“Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Tidak ada ‘adwa (meyakini bahwa penyakit tersebar dengan sendirinya, bukan karena takdir Allah), dan tidak ada shafar (menjadikan bulan Shafar sebagai bulan haram atau keramat) dan tidak pula hammah (rengkarnasi atau ruh seseorang yang sudah meninggal menitis pada hewan).”


Lalu seorang Arab Badui berkata; “Wahai Rasulullah, lalu bagaimana dengan unta yang ada di pasir, seakan-akan (bersih) bagaikan gerombolan kijang kemudian datang padanya unta berkudis dan bercampur baur dengannya sehingga ia menularinya?”


Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Siapakah yang menulari yang pertama’.” (HR. al-Bukhari).


Secara aqidah, memang harus diyakini bahwa hanya Allah yang menentukan sakit tidaknya seseorang, seperti di hadits di atas. Pengamalan hadits itu adalah jangan sampai diyakini ada suatu penyakit atau wabah yang muncul di luar kehendak dan kontrol Allah. Tetapi aqidah bukanlah satu-satunya persoalan. Masih ada urusan fiqih yang perlu diperhatikan. Dalam ranah fiqih, perlu diperhatikan usaha aa saja yang berdampak positif dan negatif. Usaha yang berdampak positif perlu dilakukan dan yang sebaliknya perlu ditinggalkan. Ini adalah kaidah universal yang harus jadi pedoman umum, termasuk dalam hal menyikapi virus corona ini.

Terlebih kita harus berdoa dan meminta kepada Allah SWT semoga kita semua di jauhkan dari wabah tersebut, karena sesungguhnya Allah yang maha berkuasa atas segalanya, Allah yang maha pengasih Allah lah sebaik-baiknya penjaga. Maka bersujud lah kepada.

#Islamic_Center

#News #Corona

Diposkan pada Showing good Habits

Installing Habits


Selamat malam temen-temen Welcome back to Sayyidah’s blog. Di blog kali ini saya akan sedikit berbagi tentang Habits/kebiasaan.


Nah ini juga bisa untuk kalian semua yang kurang percaya diri atau mungkin menyerah tentang semua hal yang sudah kalian pelajari namun itu tidak ada hasil nya. Jangan khawatir ya guys, sebetulnya bukan karena kita tidak bisa, akan tetapi itu hanya kekurangan untuk membiasakan diri dalam melakukan nya. Jadi jangan mudah untuk menyerah begitu saja ya…


Menginstall Habits sama aja dengan menginstal program di komputer, awalnya mungkin lama dan Sulit, namun setelah terinstall penggunaan nya akan sangat mudah dan sangat membantu tentunya. Membentuk Habits itu memang pada awalnya nya sulit namun akhirnya mudah.

Otak manusia memiliki 1.000.000.000.000 sel syaraf otak. Setiap ada aktivitas baru atau pengalaman baru yang dilakukan, maka sel syaraf itu akan terhubung satu sama lain membentuk sebuah pola. Artinya otak manusia dapat menyimpan informasi dan pengalaman yang sangat banyak sekali.

Bila aktivitas atau pengalaman itu di ulang kembali, maka hubungan pola antar sel syaraf itu akan bertambah tebal, itulah yang menjelaskan kenapa seseorang akan menjadi semakin mahir kalo dia melakukan repetisi.

Dan untuk membentuk koneksi atau hubungan antar sel ini harus memerlukan inisiasi yang besar, dengan kata lain, sulit. Kalo sudah terbentuk koneksi atau hubungan itu, kita hanyalah perlu mempertebalnya dengan repetisi.

Apakah temen-temen sekarang tau apa yang harus dilakukan, jika kita ingin bisa atau menguasai sesuatu yang ingin kita kuasai?

Yaa itu semua adalah habits.

So, do it!

Try it!

how to master your Habits

BREAK BAD HABITS, BUILD GOOD HABITS!!!

thanks you..

Diposkan pada Landscape_photografi, lifestyle

Teknik Landscape Photography

Halo temen-temen Welcome back to Afifah’s blog. Di sini saya nge share beberapa Teknik dan peralatan yang sering digunakan fotografer landscape.

Peralatan yang sering digunakan oleh fotografer landscape

Yang pertama dan utama adalah kamera (itu mah ga usah diomongin, pasti temen – temen juga sudah tahu, hehehe). Peralatan lain yang wajib dibawa oleh seorang fotografer lansdcape adalah lensa dengan tipe fokal lebar. Mengapa? ya seperti yang telah dijelaskan di atas, obyek fotonya adalah pemandangan alam (yang sudah pasti lebar), maka dibutuhkan
lensa yang juga dapat mencakup daerah yang lebar (istilah bulenya wide angle lens). Biasanya lensa ini memiliki fokal 28mm ke bawah (untuk kamera dengan sensor full frame) atau 18 mm ke bawah ( untuk kamera dengan crop sensor) bahkan lebih kecil lagi untuk kamera dengan sensor four thrird.

Selain lensa dan kamera, biasanya fotografer landscape tripod, aneka filter (bukan filter air lho ya), serta shutter release. Sedangkan untuk teknik yang sering digunakan adalah slow speed (biasanya digunakan untuk membuat efek “kapas” pada air yang mengalir / bergerak). Teknik ini dilakukan dengan cara menyetting shutter speed pada settingan yang lambat, sehingga sensor akan ter expose lebih lama. Akibatnya adalah semua obyek yang bergerak akan mengalami motion blur sedangkan obyek statis akan tetap tajam.

Teknik ini membutuhkan posisi kamera yang stabil, sehingga dibutuhkan tripod untuk meminimalisasi gerakan, karena gerakan sedikit saja pada kamera akan membuat gambar menjadi blur. Pada kasus tertentu bahkan fotografer menggunakan shutter release dan setting mirror lockup (pada kamera DSLR) untuk menghindari getaran pada saat menekan tombol shutter dan pada saat mirror menutup.

Selain itu, pada pemotretan dengan teknik slow speed yang dilakukan pada siang hari, biasanya kita membutuhkan ND filter yang berfungsi untuk membuat obyek menjadi lebih gelap (sesuai dengan aturan segitiga exposure, semakin lama sensor ter expose, maka gambar akan menjadi lebih terang, ND filter berperan untuk membuat gambar tidak menjadi over exposure / terlalu terang).

Diposkan pada Landscape_photografi, lifestyle

Landscape

welcome back to my blog kawan, tentu nya di sini saya akan berbagi pengetahuan tentang dunia photografi.

Landscape? apa itu landscape?


“LANDSCAPE PHOTOGRAPHY IS THE SUPREME TEST OF THE PHOTOGRAPHER – AND OFTEN THE SUPREME DISAPPOINTMENT. ” –ANSEL ADAMS


Pengertian fotografi landscape

Landscape atau dalam Bahasa Indonesia disebut lanskap, sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki pengertian
tata ruang di luar gedung (untuk mengatur pemandangan alam). Jadi, fotografi landscape atau fotografi lanskap adalah salah satu jenis / cabang seni fotografi dimana obyek yang difoto adalah tata ruang di luar gedung / pemandangan alam atau keindahan alam.

Obyek foto landscape

Yup, sesuai dengan pengertiannya, obyek yang difoto pada fhotografi landscape adalah pemandangan alam, baik gunung,
laut, hutan, dan sebagainya. Fokus yang ditonjolkan oleh fhotografer pada fhotografi landscape adalah keindahan alam. Jadi foto sunset, sunrise juga termasuk dalam kategori foto landscape.
Untuk dapat memotret pamandangan alam yang indah tersebut, sering kali fhotografer harus melakukan perjuangan yang cukup
berat. Kadang sang fhotografer harus melawan ganasnya kondisi alam, seperti dinginnya pegunungan, teriknya gurun, dan sebagainya. Namun bagi sebagian fhotografer hal itu tidak menjadi masalah, karena biasanya, fhotografer landscape memiliki kegemaran untuk berwisata di alam bebas jadi sudah biasa dengan hal – hal tersebut. Yah, orang sukanya motret pemandangan alam ya pasti lah sukanya ke tempat tersebut.

Ada juga teknik dan peralatan yang sering di gunakan oleh photografer landscape. Yang mana saya akan membahas

in the next blog

klik di bawah untuk mengetahui lebih lanjut 👇

Selanjutnya……..

thanks you

Diposkan pada potrait_photography

Potrait

Hello temen-temen selamat datang kembali di blog saya, gimana kabarnya kalian semua para pencinta photografi? semoga kita semua senantiasa di beri kesehatan oleh Allah aminn…Oke seperti judul blog kali ini saya akan membahas mengenai potrait photografi. Bagi pencinta dunia photografi, memotret menjadi momen yang menyenangkan. saat megang kamera segala apapun objek yang menarik yang kita liat rasanya hampa kalo kita tidak mengabadikan nya dengan kamera baik dengan kamera HP maupun dengan kamera digital. Adapun potrait photografi ini adalah menjadi salah satu jenis photography yang digeluti oleh kaum photografi dan cocok juga bagi pemula yang baru saja berkecimpung dengan dunia photografi.

Portrait Photography

Fotografi portrait adalah jenis fotografi yang banyak dilakukan oleh para pemula. Fokus dari fhotografi ini adalah wajah seseorang. Ini tidak berarti fotografer cukup memotret bagian wajah yang bersangkutan saja lalu selesai, tetapi fotografi portrait berusaha menangkap sisi artistik dari karakter wajah seseorang yang disertai dengan kemunculan rasa pada foto yang diambil. Sehingga, foto yang direkam tampak hidup dan bercerita seperti halnya sebuah karya sastra.

1. Headroom

Headroom merupakan ruang yang tersedia antara bagian tepian frame dan bagian atas kepala subyeknya. Usahakan agar ruang kosong di atas kepala tidak terlalu banyak sehingga diperoleh jarak yang pas dan jepretan yang menarik. Jika perlu, Anda bisa potong bagian atas kepala agar tampak full di frame dengan cara di crop sedikit. Cara lain ialah, coba bergerak mendekat ke arah subyek, lalu zoom in, dan isi space tersebut dengan wajah dengan orientasi landscape maupun portrait.

Diposkan pada lifestyle

Mengenali Style Photografer

Ini dia bagi yang senang dengan dunia photography sering kali tanpa kita sadar membawa kamera kemanapun pergi dan mengabadikan semua momen atau objek yang ada di sekitar. terlebih lagi, sangat menyenangkan rasanya mencari tahu hasil karya fotografer lain baik hanya sekadar untuk mencari inspirasi, menyimpannya atau bahkan berusaha menirunya. Semakin sering melihat hasil karya orang lain, dan membandingkannya dengan hasil karya usahamu bakal menyadari bahwa kamu menyukai satu jenis style fotografi. Misalkan saja, kamu senang melihat-lihat karya foto ‘Landscapes’, yang bisa saja berarti kamu senang dengan hasil karya fotografer tersebut, atau bahkan kamu senang berburu foto yang mirip dengannya. Dari hal kecil inilah kamu bisa mulai menyadari apa style fotografimu sebenarnya.

Manfaat terbesar dari mencari tahu dan mengembangkan style fotografimu adalah hasil karyamu yang semakin mudah untuk dikenali. Saat kamu punya ciri khas style tersendiri, orang-orang akan langsung tahu bahwa itu kamu hanya dengan melihat foto karyamu saja dan tentu saja kamu akan mulai dikagumi karena keunikanmu. Sehingga kamu tidak perlu bersusah payah mencari tawaran pekerjaan lagi.

Jangan berhenti bereksperimen!

Setelah mengetahui pentingnya kamu mengenali apa stylemu, yang paling penting adalah jangan pernah berhenti bereksperimen dengan stylemu. Jangan takut untuk ‘bermain’ dengan metode lain sekalipun kamu belum pernah mencobanya. Kamu tidak akan pernah tahu kapan kamu bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa jika tidak mencoba hal yang baru dan tentu saja bisa membuat hasil karyamu semakin bagus.

Fotografer terbaik adalah mereka yang tidak pernah benar-benar puas dengan hasil karya mereka, dan selalu ingin mengembangkan hasil karyanya sehingga mereka tidak pernah “ketinggalan jaman”.

So do it!

love it!

#style photography