“Namun ketahuilah, ada satu hal kecil yang pernah membuat saya takut!” setelah jeda sejenak, sambil matanya menerawang seakan menembus kejadian saat peristiwa yang senyatanya terjadi, diapun melanjutkan, “Anda ingin tau apa yang saya takutkan? Bukan gunung yang tinggi, semak berduri, binatang buas dan liar di liar sana, atay tebing bahkan jurang yanv curam, tetapi….. sebutir pasir! Begini ceritanya. Pada suatu perjalanan pendakian beberapa tahun silam, karena kelalaian saya, entah bagaimana, sebutir Pasir diam-diam di kaos kaki yang saya kenakan dan masuk ke sela-sela kuku. Mungkin karena faktor kelelahan dan konsentrasi pada terjalnya medan sehingga tanpa disadari, Pasir kecil yang hampir tidak tampak itu telah membuat jari kaki saya akhirnya menjadi bengkak, terinfeksi dan nyaris di diamputasi. Setelah melewati pengobatan yang intensif, untunglah kaki ini masih bisa berfungsi seperti sediakala. Hampir saja saya tidak bisa lagi menggunakan kaki yang menjadi modal utama dalam kesenangan saya mendaki sejak saat itu, saya tau, penghalang kesuksesan bukan pada gunung yang tinggi tetapi pada hal yang remeh yang tidak kita sadari dan terabaikan, yakni sebutir pasir yang seakan tidak tampak di mata. Hal itu membuat saya harus selalu waspada dan berhati-hati di setiap kegiatan yang saya lakukan sebelum memulai melangkah menuju pendakian berikut nya agar tidak terulang lagi pengalaman pahit seperti itu.